Friday, February 22, 2013

..Schizophrenia..

Yerterday I got phone call from my mother. She worried about my brother. My brother seemed not in the good condition lately. For the past 2 years he has been consume some medicine from the psychiatrist . I still can cleary remember how he can survive from skizo. Yes, schizophrenia. 2010 was the tough year for our family. 

The symptoms were, my brother had no focus when we talking to him, didn't hear what we said, become introvert.. even to the family, become imsomniac, suddenly resigned from his job, always looked gloomy, and the most weird...he never laugh even he was watching comedian show at tv, he seemed busy with his mind, with his world.

My mother just cried and cried when she told me about my brother. My father got stress. My parents really dropped down. I was pregnant at that moment. We just thought that a bad soul was inserted to my brothers's body. We many times went to several people whose knew more about this matter. And did  Rukyah to several places as well. But no result.

He said that he can't control the voices around him. He heard many things, and that's why he can't focus when someone talked to him. So many voices, he said. Fortunally, he didn't scream like "madman".

Day by day, my brother just stayed at home. He become more introvert. If we talked to him, we will just found his flat reaction. But he can normally eat, drink, smoke and bath. I was very sad to see him like that. I didn't find my funny brother anymore. I lost him actually.

I tried to have a deeply conversation with him. And he said he don't want to be like this. He cried. He didn't mean to make my parents worried. We talked a lot at that night. And he decided to go to psychiatris. To make sure that this disorder wasnt by "jin".

After my brother handled by psychiatris, the condition getting better and better. He tried to fix his messy life before. He more calm, but talked active as well. He was trying so hard to find a new job. And he got it ! :))

Slowly but sure he proved that he can be like normal people. But the others side, he should consume some medicine continously. If one day he missed the medicine, the condition will be bad. Yes..he sooo depends on the medicine.

Moreover, the medicine weren't cheap at all. The generic medicine cannot do well for him. And I heard, for skizo should consume the medicine for the rest of their life :(

And yesterday, my mother called me that my brother didn't consume the medicine regulary, because of his work. He spent the night at the office, his work was high load. And nowadays, he start to smoke more. Actually he already stop smoke since the the psychiatris said that the medicine and cigarette weren't good combination for my brother's health.

And my parents just worried that he can relapse anytime. I just sad..really sad.  Is there any way for skizo except consume the medicine ? I dont want my brother relaps. I want him to know that my parents, me and my husband and especially raditya, really care about him. Yes we really do.

Not easy for us to face this reallity. It was so hard for my brother to survive, and the other skizo people as well. They can live normally. And it's not genetical illness. Please dont judge them as useless person. They just need love and support...

Please..dont say word "skizo" as a joke. You've never been in their shoes...

63 comments:

  1. im sorry to hear that... :(
    gua gak tau apa2 tentang schizophrenia, tapi moga2 your brother bisa sembuh ya...

    ReplyDelete
  2. hikkss... same with Arman, i dont know anything bout skizo. deep down in me, I'll pray for your brother, smoga segera diberi kesembuhan. Aamiin Ya Rabbi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin YRA...moga2 semakin banyak doa, semakin mempercepat kesembuhannya ya.
      Makasih Dev..

      Delete
  3. *turut berdoa untuk saudara mbak desi*

    Sama, aku jg kurang paham skizo..Penyakit datang bersama obatnya, semoga jadi penggugur dosa ya,mbak :) Amiin

    ReplyDelete
  4. waahh paling ga bisa deh di kasih bahasa jawa :(:D

    ReplyDelete
  5. *Hug Desi*...i hope your brother get well soon. Semoga Allah memberikan kesembuhan :)

    ReplyDelete
  6. Peluuuk desi...
    Seperti yang udah kita bilang kemaren, kita cuman bisa berdoa dan terus berdoa agar desi dan keluarga bisa kuat dan tabah menjalani ini semua ya des.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin YRA...makasih ya mak Pungky...

      Delete
  7. Eh Des, aku baru inget...dulu sahabatku yang sering aku ceritain di blog, pernah hampir gejala schizo gini kayaknya, kayak sering denger suara-suara gak jelas, tapi dia masih bisa fokus sih...waktu itu, sembuhnya cuman karena doa aja Des. Jadi dia rutin ke gereja, trus waktu itu sempet doa bareng sama aku. Ya aku percaya kekuatan doa, semoga nular ke keluargamu ya Des, dan semoga adikmu cepet sembuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin...aku juga percaya kekuatan doa Mar..
      semakin banyak yang mendoakan, moga2 makin lebih baik kondisinya..

      Makasih ya Mar...

      Delete
  8. Deeees...

    Mudah mudahan Desi dan keluarga bisa selalu memberikan support dan kasih sayang buat sang adik tercinta yah :)

    My pray for you :)

    ReplyDelete
  9. baru tau ttg skizo ini.. yang sabar ya mba yu..
    semoga lo dan keluarga diberi kekuatan untuk tetap memberikan cinta kasih sama sodara lo.. *peluk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin YRA..iya mba yu kita sekeluarga ga akan pernah ninggalin dia..akan selalu support..
      Makasih ya mba yu...

      Delete
  10. Desiiii, wish your brother and family all the best ya,

    I know nothing bout Skizo tapi gw doakan semoga bisa sembuh dan ketemu jalan pengobatan yang paling cocok ya...

    Let me know if there's anything at all that I can do.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin YRA...iya Dan..makasih banyak ya...

      Delete
  11. Ibu Desi, saya juga pernah masalah dengan kejiwaan begini

    Setaun menikah tiba2 pas lagi tidur saya merasa ketindihan dan langsung tidak bisa mengontrol prilaku dan emosi saya, tapi saya masih tau siapa jati diri (biodata) saya.
    Awalnya saya kira, saya kesurupan. Setelah dibacain ayat Al-Qur'an sama bapak2 di sekitar rumah saya bisa tenang. Tapi siangnya saya kambuh lagi.
    Akhirnya, suami saya memutuskan untuk membasa saya ruqyah di daerah Buaran - Jaktim. Saya di-ruqyah dan bekam semalaman (13 kali) sampai akhirnya saya bisa tenang dan ringan, dan Uztadznya bilang saya bukan kesurupan, tetapi lagi mengalamai gangguan psikologis. Saya disarankan beggitu lagi seminggu sekali selama 2 bulan.
    Nah, yang saya suka efek dari pengobatannya adalah membuat saya terpacu untuk mengetahui (mikir)apa yang terjadi dalam diri saya. Akhirnya saya cari (modal googling) mendapatkan kesimpulan antara saya ini psikopat ato schizofrenia. Setelah saya diskusi dengan Ustadz, dia bilang kalo saya schizofrenia.
    Gejala yang saya alami sama dengan Adeknya, yaitu insomnia, sibuk ama pikiran sendiri, & nggak pernah nganggep keberadaan orang. Tapi setelah saya diskusi dan banyak intospeksi diri, ternyata saya begini karena saya kurang bersyukur & kurang berdamai dengan kenyataan pahit hidup sehingga saya membuat "dunia" sendiri yang idelais menurut versi saya.
    Untuk masalah keturunan, saya yakin setiap penyakit jiwa emang keturunan (biasanya dari gen ibu) dan gak serta-merta "jadi". Ya nggak selalu langsung dari ibu, bisa juga dari keluarga besar ibu. Saya sendiri baru menyadari kalo prilaku dan emosi keluarga besar ibu emang aneh----sebenernya suami (sebagai orang luar) dah dari dulu sih nanya2 kepo tentang mereka, tapi saya gak terima dong :)))
    Intinya, ketika dia kambuh jangan ikutan cemas tapi anggap biasa saja dan jadilah pendengar yang baik untuk keluh-kesahnya sambil dimotivasi untuk sanggup bersyukur dan menerima kenyataan sehingga kita tau hal2 dalam hidupnya yang membuat dia tak puas sampai benci. Dan pastikan kalo dia merasa layak dicintai dan (pede) mampu mencintai apapun keadaan lahir bathinnya.
    InsyaAllah mbak, berhasil dan bisa "normal", dalam artian dia menyadari penyakitnya dan mampu mengendalikannya. Saya pas tau begini bertekad gak akan ke psikiater karena gak mau kecanduan obat dan mahal :)), tapi kalo galau saya mending ke psikologi aja.
    Ustadzya highly recommended dan tipe ustadz berpendidikan, Mbak. Dan dia emang sering diminta jadi sharing partner psikiater di RSJ Grogol. Alamat prakteknya di Buaran, pengkolan BKT sebelum Mc. D belok kiri, persis samping Pegadaian (Ustadz Abu)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba buat sharingnya..tapi saya tetep yakin skizo bukan turunan..karna baik dari pihak ibu dan bapak, tidak pernah ada kejadian seperti ini...

      Nevertheless, kami sekeluarga akan selalu ada buat dia...

      Delete
  12. Mbak, pake obat2an buat penyakit jiwa itu emang bikin candu, dan kalo lupa banyakan kambuh lagi (yang katanya itu marketing trick dari farmasinya). Lagian, saya menganggap kalo sakit jiwa, ya obatnya harus dengan jiwa juga. hehhehehehehe.
    Coba juga diajak liburan, lebih mendekatkan diri pada Tuhan, dan carikan solusi atau minimal second opinion (sebagai orang yang peduli) atas ketidakpuasannya dalam hidup.
    InsyaAllah mbak, peluang dari penyakit ini: kalo basicnya kepribadian Adeknya baik & kuat akan lebih mudah ditangani malahan bisa dia sendiri yang nyembuhinnya asal niat.

    ReplyDelete
  13. Sabar yah Des, aku sm ky Dani, sini peluk :)

    ReplyDelete
  14. semoga saudaranya cepat sehat

    saya hanya melihat beberapa film seri yang menceritakan tentang orang yang terkena skizo, salah satunya berjudul Perception

    coba deh diajak saudaranya nonton

    ReplyDelete
  15. Desi yang sabar ya...
    Pasti dikasi jalan yang terbaik sama Tuhan.

    ReplyDelete
  16. ikut mendoakan, sabar ya des semoga ada jalan keluarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin YRA...makasih banget ya mba..

      Delete
  17. mo peluk desi erat erat...

    jadi sedih bacanya... semoga Allah segera memberi kesembuhan ya des.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. *peluuuk*
      Amiin..makasih banget ya mba...

      Delete
  18. sabar ya mbak, semoga saudara nya mbak desi bisa segera pulih kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin YRA..makasih banyak ya mami...

      Delete
  19. Peluk Desi erat-erat...

    Jadi ikutan sedih bacanya, Des...tapi aku percaya, penyakit kayak gini bisa sembuh oleh jamahan Tuhan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. *peluuuuk*
      Iya..aku percaya kalau Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya...
      Makasih banget ya Lis...

      Delete
  20. ya ampun des..sedih banget baca nya hiks :(
    smoga ga makin memburuk ya keadaan nya *peluk desii*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah lama pengen cerita disini sebenernya...
      Amiiin YRA...makasih banget ya Dhit...*peluuuk*

      Delete
  21. peluk Desi, dan berdoa semoga adeknya sembuh dan keluarganya diberikan kekuatan, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *peluuuk*
      Amiiin YRA...makasih banyak ya Luk...

      Delete
  22. Pukpuk Mbak Desi,
    aku gak gitu paham sama skizo,
    tapi dua orang keluarga terdeketku minum psikotropik dari psikiater :(
    Semoga diberi jalan ya mbak dari Tuhan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih ya liatnya Un...

      Amiiin...makasih banget ya Un...

      Delete
  23. saya ikut mendo'akan ya.. Semoga adiknya segera di beri kesembuhan ya.. Dan semoga mbak Desi dan org tua juga keluarga lainnya di beri kesabaran yg tiada batas.. *peluk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin YRA...makasih banyak ya Chi...

      Delete
  24. semoga adiknya segera di beri kesembuhan dan semoga mbak desi, org tua, juga keluarga lainnya di beri kesabaran yg tiada batas.. Aamiin.. *peluk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin YRA...makasih banget ya Chi...*peluuuuk*

      Delete
  25. turut mendoakan, semoga diberi kesembuhan :)

    ReplyDelete
  26. Semoga kalian sekeluarga tabah ya, Des.

    Gue percaya akan kekuatan doa, tapi gue rasa, kalo memang udah ada diagnosa schizophrenia, sekedar doa dan siraman rohani aja gak cukup. Memang butuh obat untuk bisa berfungsi. Yang perlu dimengeri, obat utk masalah ini bukan untuk menyembuhkan, tapi sekedar untuk mengurangi simptom. Jadi memang perlu dikonsumsi terus seumur hidup. Bukan karena bikin nyandu atau strategi pemasaran produsen obatnya.

    Soal genetik atau tidaknya. Memang katanya ada kelainan gen di penderita schizophrenia. Ada sekian persen karena keturunan, sekian persen lainnya disebabkan faktor2 lain. Untuk di Indonesia agak susah ya melacak faktor ket urunan ini, soalnya banyak kondisi seperti ini yang gak terdeteksi, apalagi jaman dulu. Banyak yang disangka kesurupan atau sekedar orangnya aneh. Pelacakan hereditas ini gak sebatas ayah dan ibu aja, tapi bisa jauh ke kerabat dan sesepuh dari jaman dulu kala. Ini setau gue sih ya. Lebih lengkapnya pasti ada di wiki or google.

    Kalo gue sendiri mungkin akan mengkombinasi obat dengan berbagai terapi psikologis. Terapi2 ini perlu untuk melatih penderita misalnya, untuk fokus pada pikirannya sendiri waktu banyak suara2 memanggilnya, meningkatkan memori, bahkan juga mengkontrol gerakan anggota tubuhnya.

    Kalo di sini ada institusi yang ngurusin hal beginian, tapi kalo di Indonesia kayanya harus cari dan bayar sendiri. Gue sangat menyarankan untuk cari2 info ke LPTUI (lembaga psikologi terapan UI). Dulu pas kuliah pernanh denger ada beberapa dosen yang ahli dalam Cognitive Behavioral Therapy yang cocok banget diterapin utk kasus Schizophrenia.

    Maaf ya komen gue kepanjangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rikaa...makasih ya banget buat sharingnya..*peluuk*
      sedih banget waktu ade gue didiagnosa skizo.. Dan lebih sedih lagi waktu dia harus mengkonsumsi obat2an itu seterusnya.

      bener banget yang dibutuhkan untuk penderita skizo itu terapi psikologis. Dan tentu didukung ama support keluarga juga. Disini gue dan keluarga berusaha meyakinkan kalo dia itu ga sendiri, bahwa kita sekeluarga sangat care dan ga akan membiarkan dia tenggelam ama penyakitnya.

      Alhamdulillah, keadaannya kemaren udah membaik kembali Rik. Hanya aja, obat2an itu akan selalu jadi bagian dari hidupnya dia..:(

      Once again thengkyu yaaa Aitiii...

      Delete
  27. Des... So sorry to hear about your brother...
    Semoga adikknya selalu diberi kesehatan dan keluarga lo juga selalu diberi kekuatan untuk dukung dia supaya bisa sembuh.. Amiiin...

    ReplyDelete
  28. Jangan berhenti berdoa dan usaha ya, Des. Emang kedengerannya klise banget, tapi cuma itu yang manusia bisa :)
    Kata Alloh, enggak ada penyakit yang Dia turunkan tanpa penawarnya.
    Jadi jangan patah semangat.
    Skizo itu banyak jenisnya, banyak tipenya, tapi insya Alloh kalau rutin minum obatnya, bisa ditekan kok, tingkat kekambuhannya, Des.
    My pray for your family, always.. :) *peluk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn YRA... makasih ya cyiiin..kemarenan udin mau dengerin curhatan eik..*peluuuuukkkk*

      Delete
  29. Peluuuk desi...

    Semoga desi dan keluarga selalu sabar dan terus berusaha untuk kesembuhan adek. Aku turut mendoakan dari sini semoga adek desi cepet sembuh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin YRA...makasih Sofiii.. *peluuuk*

      Delete
  30. mbak dessss...
    jarang2 jalan2, tetiba baca ini. peluk mba des..
    InsyaAlloh ada jalan untuk setiap sakit, cobaan, musibah. be strong ya mbak.. *hugs*

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin..makasih ya San...*peluuuk*

      Delete
  31. Ada 1 film bagus ttg dampak keluarga terhadap prognosis pasien skizophrenia.
    Judulnya A Beautiful Mind. Coba ditonton.
    Semoga sehat selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah ditonton mba sama adeku..;))
      amiin..makasih yaa..

      Delete